Apa Itu Ruqyah Syar'iyyah?
Apa Itu Ruqyah Syar’iyyah?
Katakanlah: "Al
Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin (QS. Fushilat :
44). “Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat
bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada
orang-orang yang zalim selain kerugian (QS. Al Isra : 82)
Apa itu Ruqyah?
Ruqyah merupakan metode
penyembuhan dengan cara membacakan sesuatu kepada orang yang sakit. Ruqyah
secara istilah adalah perlindungan untuk melindungi orang-orang yang terkena
penyakit, seperti terkena sengatan hewan berbisa, panas, ain, sihir, kesurupan,
dll. Ruqyah menurut syari’at adalah metode pengobatan dengan membacakan
ayat-ayat al quran dan do’a-do’a dengan tujuan memohon perlindungan, pencegahan
serta penyembuhan dari berbagai penyakit dengan metode yang tidak bertentangan
dengan ajaran syari’at.
Ruqyah terbagi menjadi
dua bagian yaitu ruqyah syar’iyyah dan ruqyah syirkiyyah. Ruqyah
syar’iyyah merupakan metode pengobatan yang sesuai dengan tuntunan syari’at
Islam. Dimana metode ruqyah syar’iyyah adalah dengan membacakan ayat-ayat al
Quran dan do’a-doa yang telah di ajarkan oleh Rasulullah. Sementara Ruqyah
Syirkiyyah adalah metode pengobatan yang tidak sesuai dengan apa yang terdapat
dalam ajaran Islam. Dalam prakteknya, ruqyah syirkiyyah biasanya
membacakan mantra-mantra tertentu kepada orang yang sakit dan juga biasanya
menggunakan media tertentu seperti jin dan syarat-syarat tertentu seperti
adanya tumbal atau persembahan khusus dan dengan jimat-jimat lainnya.
Bagaimana Penerapannya?
Banyak sumber yang menerangkan
tentang bagaimana cara melakukan ruqyah, khususnya ruqyah syar’iyyah.
Dalam hadits di jelaskan bahwa suatu ketika ada sekelompok sahabat nabi yang
sedang melakukan sebuah perjalanan. Ketika sampai di sebuah perkampungan,
mereka meminta untuk dijamu, namun penduduk kampung tersebut enggan menjamu
mereka. Akhirnya kelompok sahabat itu pun hendak pergi sampai kemudian salah
seorang dari mereka menanyakan tentang adakah diantara sahabat tersebut yang
bisa menyembuhkan pembesar mereka. Salah seorang dari mereka kemudian
membacakan surat al Fatihah dan dengan izin Allah, pembesar kampung
tersebut sembuh.
Dalam kisah yang lain,
ketika Rasulullah sakit maka beliau meruqyah dirinya sendiri dengan membaca surat
al Ikhlas dan surat al Mu’awwidzat yaitu al Falaq dan an Nas. Sampai
ketika beliau tidak sanggup membaca sebab sakit yang bertambah parah, maka
kemudian Aisyah yang membacakan ayat-ayat tersebut kepada Rasulullah SAW. Hal
ini tercantum dalam hadits Rasulullah “Dipenghujung kehidupan rasulullah SAW dia dalam keadaan sakit. Dia meruqyah dirinya dengan
membaca Al-Mu’awwidzat, ketika sakitnya semakin parah, maka Aisyah yang
membacakan ruqyah dengan Al-Mu’awwidzat tersebut. (Hadits riwayat Al Bukhari
no. 4085 dan Muslim no. 2195). Demikian juga Rasulullah
pernah di ruqyah oleh malaikat Jibril saat beliau sedang sakit.
Kriteria Ruqyah Syar’iyyah?
Banyak diantara kita yang belum memahami tentang batasan ruqyah syar’iyyah.
Yang dimaksud dengan batasan disini adalah kriteria tertentu yang menentukan
apakan ini merupakan ruqyah syar’iyyah atau ruqyah syirkiyyah. Jika ruqyah
tersebut tidak memenuhi beberapa hal berikut, maka sudah bisa di pastikan bahwa
ruqyah tersebut adalah ruqyah syirkiyyah yang harus kita tinggalkan. Adapun
kriteria ruqyah syar’iyyah adalah sebagai berikut :
- Bacaan ruqyah adalah ayat-ayat al Quran dan do’a-doa yang telah diajarkan oleh rasulullah dan juga tidak bertentangan dengan syari’at Islam
- Tidak ada unsur kesyirikan dalam do’a seperti meminta kepada selain Allah SWT (Jin, dll)
- Bacaan ruqyah harus jelas dan bisa di fahami
- Tidak ada syarat-syarat dan media tertentu yang menyalahi aturan dalam islam, seperti mengubur atau menyembelih hewan tertentu dan lain sebagainya
- Hanya bergantung kepada Allah SWT
Kriteria diatas bisa menjadi tolak ukur untuk membedakan antara ruqyah
syar’iyyah dan ruqyah syirkiyyah. Jika dalam proses ruqyah kemudian terapis
membacakan mantra-mantra atau do’a yang tidak jelas maknanya atau tidak bisa di
fahami, kemudian terapi menggunakan media lain seperti memindahkan penyakit
kepada hewan seperti yang biasa mereka lakukan, maka hal ini sudah tentu
sebagai bentuk ruqyah syirkiyyah. Terlebih jika kemudian do’a-do’a yang
dibaca jelas mengandung ucapan yang mengarah kepada permohonan bantuan atau
perlindungan kepada jin dan syaitan serta melakukan rutual seperti
penyembelihan hewan tertentu, mengubur sesuatu, menempelkan atau menyimpan dan
membawa tulisan-tulisan (rajah) di tempat-tempat tertentu seperti pintu,
tas,dompet, ikat pinggang, dan lain maka
ruqyah seperti ini sangat jelas bentuk ruqyah syirkiyyah sebagaimana
yang telah Rasulullah larang untuk kitalakukan.
Sikap kita?
Sebagai seorang muslim, maka cukup Allah saja sebagai pelindung. Jangan
pernah meminta sesuatu selain kepada Allah SWT. Jangan pergi ke sembarang
tempat untuk berobat. Jika ada diantara kita yang mungkin pernah melakukan
sebuah kemaksiatan dan kesyirikan, maka hendaknya segera berhenti dan bertaubat
kepada Allah. Lakukan ruqyah syar’iyyah untuk menghilangkan pengaruh keburukan
dalam diri dengan terapi Al Quran.